Pudding dari Mahkota Bunga Sepatu


Pudding dari Mahkota Bunga Sepatu

Pudding merupakan salah satu produk makanan yang terbuat dari pati, serta diolah dengan cara merebus, kukus, dan membakar (boiled, steamed, and baked) sehingga menghasilkan gel dengan tekstur yang lembut. Pati dalam hal ini dapat berupa agar-agar maupun bahan dasarnya seperti gum arab, rumput laut, karagenan, dan lain-lain. Pudding biasanya disajikan sebagai makanan pencuci mulut, juga sebagai makanan sajian utama. Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi, baik flora maupun faunanya. Suatu keanekaragaman baik flora maupun fauna jika tidak dilestarikan dapat mengalami kepunahan. Bunga sepatu merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Masyarakat menganggap tanaman bunga sepatu tidak begitu bermanfaat selain sebagai tanaman hias maupun tanaman pagar saja. Masyarakat belum banyak yang mengetahui bahwa bunga sepatu memiliki berbagai manfaat, diantaranya sebagai tanaman obat, baik yang masih segar maupun yang sudah dikeringkan. Tanaman bunga sepatu dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan diantaranya bronkitis, kencing nanah, haid tidak teratur, sariawan, gondok, batuk, dan sakit kepala. Tanaman bunga sepatu memiliki mahkota bunga berwarna merah segar mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. Salah satu cara supaya tanaman bunga sepatu tidak punah maka diperlukan inovasi untuk tetap menjaga kelestarian tanaman bunga sepatu. Hal tersebut mengingat kandungan gizi tanaman bunga sepatu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, oleh karena itu saya membuat olahan alternatif dalam penelitian ini yang berjudul “Pudding dari Mahkota Bunga Sepatu”. Penelitian ini saya lakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kelayakan produk olahan pudding dari mahkota bunga sepatu sebagai olahan alternatif bagi masyarakat. Adapun, penelitian ini dilakukan untuk menambah wawasan tentang khasiat olahan alternatif pudding yang terbuat dari mahkota bunga sepatu. Kemudian, pada penelitian ini saya tidak melakukan pengujian di laboratorium untuk menguji kandungan bahan kimia yang terdapat pada produk olahan saya.


Bunga sepatu atau kembang sepatu (Hibiscus rosa - sinensis) adalah jenis tanaman bunga serta merupakan salah satu tanaman perdu atau semak yang berasal dari suku malvaceae. Tanaman bunga ini berasal dari Asia Timur. Bunga sepatu banyak ditanam untuk tanaman hias baik di iklim tropis maupun subtropis. Bunga sepatu memiliki bunga berbentuk terompet yang terdiri dari 5 daun kelopak serta dilindungi oleh kelopak tambahan dengan diameter bunga sekitar 6-20 cm. Tinggi tanaman bunga sepatu sekitar 2 hingga 5 meter. Bentuk daunnya bulat telur melebar atau bulat telur sempit dengan ujung meruncing. Bunga sepatu memiliki variasi warna yang beragam seperti merah, putih, kuning, biru, dan masih banyak lagi. Bunga sepatu sangat berguna untuk pengobatan, mulai dari akar, batang, daun, bunga, kelopak, terutama yang akan diolah sebagai produk olahan alternatif disini adalah bagian mahkota bunga sepatu. Kandungan senyawa antioksidan, vitamin C, dan mineral dalam mahkota bunga sepatu berfungsi untuk mengobati flu dan demam serta menjaga daya tahan tubuh serta memperlancar saluran pencernaan. Kemudian, pudding adalah sejenis makanan yang berasa manis atau gurih yang disiapkan dengan teknik direbus atau baking, kemudian dicetak dan dapat disajikan dalam keadaan panas atau dingin.

Adapun alat dan bahan dalam penelitian ini yang perlu dipersiapkan diantaranya, alat antara lain blender, panci, sendok makan, saringan, parutan, pisau, dan piring saji. Sedangkan bahan antara lain bunga sepatu (kelopak bunga sebagai pewarna pudding dan mahkota bunga sebagai bahan dasar pudding), garam, gula, santan kental, 5 bungkus agar-agar putih, nata de coco, buah jeruk dan nanas (sebagai topping pudding), tepung maizena atau tepung jagung, air, dan gelas cup ukuran sedang (disertai tutup dan sendoknya). Selanjutnya prosedur kerja dalam penelitian ini diawali dengan cuci bersih bunga sepatu mulai dari bagian luar kelopak sampai mahkota. Lalu, ambil bagian mahkota bunga, kemudian blender hingga halus. Untuk kelopak bunga, saring untuk mendapatkan ekstrak bunga sepatu. Selanjutnya, panaskan santan kental, lalu masukkan beberapa bungkus agar-agar putih, kemudian campurkan dengan mahkota bunga yang telah halus. Tambahkan dengan tepung maizena secukupnya. Aduk beberapa saat hingga tercampur merata seluruhnya. Setelah itu, campurkan adonan pudding dengan ekstrak bunga sepatu, dengan aduk merata kembali. Tambahkan perasa alami gula dan garam sesuai selera. Jika adonan pudding telah mendidih, angkat lalu tuang perlahan ke dalam gelas cup atau cetakan sesuai kreativitas dan selera. Beri topping atau hiasan pudding sesuai selera. Setelah adonan pudding didiamkan beberapa saat, anda dapat memasukkan pudding ke dalam lemari pendingin. Sajikan pudding selagi dingin, untuk mendapatkan cita rasa terbaik. Dalam hal ini, saya menggunakan teknik perolehan data dengan cara sampling terhadap responden yang mengonsumsi pudding mahkota bunga sepatu. Untuk menilai aspek rasa, tekstur, dan penampilan menggunakan angka 1-4 sesuai kriteria penilaian. Dengan skala penelitian score bernilai 4 jika rasa sangat enak, tekstur sangat lembut, dan penampilan sangat menarik. Score bernilai 3 jika rasa enak, tekstur lembut, dan penampilan menarik. Score bernilai 2 jika rasa cukup enak, tekstur cukup lembut, dan penampilan cukup menarik. sedangkan Score bernilai 1 jika rasa kurang enak, tekstur kurang lembut, dan penampilan kurang menarik. Adapun untuk menyatakan kriteria kelayakan secara keseluruhan akan diambil nilai rata-rata. Untuk kriteria kelayakan “sangat layak” diperoleh nilai rata-rata 3,6-4,0 , kriteria kelayakan  “layak” diperoleh nilai rata-rata 3,1-3,5 , kriteria kelayakan “cukup layak” diperoleh nilai rata-rata 2,1-3,0 , sedangkan untuk kriteria kelayakan “kurang layak” diperoleh nilai rata-rata 1,0-2,0.

Berdasarkan penilaian responden terhadap pudding mahkota bunga sepatu, sebanyak enam belas responden memberikan penilaian terhadap aspek rasa, tekstur, dan penampilan dari pudding mahkota bunga sepatu. Sehingga dapat dihitung rata-rata penilaian responden terhadap olahan pudding mahkota bunga sepatu yang menghasilkan rata-rata untuk setiap aspek, meliputi aspek rasa, tekstur, dan penampilan yang masing-masing bernilai 3,86 ; 3,67 ; dan 4. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk olahan pudding mahkota bunga sepatu “Sangat Layak” dikonsumsi masyarakat sebagai olahan alternatif, yang dibuktikan dengan respon positif dari responden dengan memberikan penilaian terhadap produk. Sehingga berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan, dapat disimpulkan bahwa pudding mahkota bunga sepatu sangat layak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai olahan alternatif. Adapun berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saya merekomendasikan berupa saran-saran diantaranya, sebaiknya  pada penelitian selanjutnya dilakukan penakaran yang sesuai pada komposisi tepung agar-agar, agar tekstur pudding tidak terlalu padat maupun cair. Selanjutnya, sebaiknya pada penelitian selanjutnya dilakukan pemberian tepung maizena atau tepung jagung dengan takaran yang sesuai. Dengan demikian, agar pudding yang dihasilkan merata atau tidak terjadi pengendapan di bagian atas maupun bawahnya.
 

Sebagai referensi tambahan bagi penulisan laporan penelitian saya, disini saya cantumkan link yang dapat anda gunakan kembali sebagai pedoman dasar http://fullpuding.blogspot.co.id/2012/05/apa-itu-puding.html?m=1



Artikel ini di buat oleh
Nurul Laily
lailynurul99@yahoo.com

Komentar

Postingan Populer